Tags

, , ,

browserPencarian di Internet
Pada saat itu, terlepas dari siaran persnya tentang MSN di tahun 1997, bidang pencarian di internet bukanlah prioritas tinggi bagi Microsoft (atau Apple, yang jajaran eksekutifnya tidak pernah memandang mesin pencari sebagai perusahaan Internet’). Gagasan tentang sebuah mesin pencari yang berdiri sendiri untuk konten internet sudah cukup jelas, tapi teknologi bernama internet itu sendiri baru lahir dan tidak jelas bagaimana khalayak akan menggunakannya. Pandangan Gates adalah bahwa komputer Anda—atau lebih khusus lagi, sistem operasi Anda—akan memberikan arahan tentang bagaimana cara Anda menggunakan internet: ke mana Anda pergi, apa yang Anda lakukan. Dan, tentu saja, Microsoft akan mengatur apa yang Anda lihat dan bagaimana Anda mengakses sistem; browser Internet Explorer milik Microsoft akan menentukan bagaimana orang merasakan pengalaman berinternet.
Namun, Internet Explorer itu sendiri mungkin telah memberikan petunjuk awal kepada Gates tentang ancaman yang dihadapi oleh Microsoft. Keberhasilan Microsoft tumbuh dari kontrak yang diperoleh pada tahun 1981 dari IBM, saat itu sebagai perusahaan komputasi terbesar yang pernah ada didunia, yaitu kontrak untuk menyediakan sistem operasi untuk proyek ‘komputer pribadi’ IBM. IBM tidak memiliki kode untuk melakukannya, dan harus mengejar ketinggalan dari perusahaan seperti Apple, Atari, dan Commodore yang membanjiri pasar PC; sehingga IBM beralih ke Microsoft. IBM nyaris hancur ketika pasar PC dan ‘kloningan’ yang menggunakan sistem operasi MS-DOS Microsoft, meraup keuntungan dari bisnis mainframe dan komputer mini IBM. Diperlukan reorganisasi besar-besaran untuk mengembalikan IBM ke titik keseimbangannya.
Internet Explorer, sama seperti PC IBM, adalah produk susulan. Pada tahun 1994, Netscape memperkenalkan browser kepada publik dan mereka dibuat takjub olehnya. Microsoft butuh browser semacam itu, yang dapat sesegera mungkin ditanamkan ke dalam sistem Windows 95 miliknya—tetapi perkembangan internet telah membuat perusahaan milik Gates itu terkejut; Windows 95 ternyata tidak dilengkapi dengan metode terinte-grasi untuk mengakses internet. Gates diingatkan tentang betapa pentingnya internet ketika menerima memo pada tahun 1994 dari rekrutan muda bernama J. Allard, saat itu berusia 25 tahun (yang juga akan kita bahas di bagian lain buku ini).
Microsoft bergegas berupaya membuat browser sendiri, dan akhirnya mendapat kode lisensi dari Spyglass, sebuah perusahaan pengembang perangkat lunak yang lebih kecil, untuk membuat sesuatu yang bisa ditawarkan kepada masyarakat dunia. Sama seperti IBM, Microsoft tertinggal oleh perkembangan baru. Namun demikian, Internet Explorer dapat dengan cepat mengejar ketinggalan karena ditawarkan sebagai program yang bisa diunduh dengan gratis, melemahkan model bisnis Netscape, dan kemudian mengancam para produsen PC yang dianggap membuat Netscape sebagai browser bawaan pada sistem Windows.
Tapi, saat Gates merasa nyaman bahwa ia telah memenangkan perang dengan Jobs dan Netscape, kebijakannya itu ternyata menyisakan tanda tanya tersendiri. Di internal Microsoft, keputusan untuk tidak membiarkan browser buatan Netscape ditanamkan ke dalam Windows, ternyata telah mengurangi opsi tambahan Windows dan telah menimbulkan kemarahan di kalangan eksekutifnya. E-mail yang membahas taktik yang akan digunakan menghadapi situasi tersebut berseliweran ke mana-mana; rencananya adalah memotong ‘dukungan’ ke Netscape. Semua e-mail itu akan segera muncul ke permukaan karena Departemen Kehakiman AS membuka kembali penyelidikan antimonopoli, menuduh Microsoft menggunakan monopoli pasar untuk sistem operasi desktop, dengan memaksa para pembuat komputer untuk tidak menginstal Netscape. (Di Amerika Serikat, melakukan monopoli pasar adalah perkara yang legal; tetapi, menggunakan monopoli yang ada untuk memenangkan pangsa pasar di pasar lain, itu ilegal.)
Adapun bagi Google, mereka tidak mempermasalahkan browser apa yang digunakan oleh khalayak ramai. Mereka memiliki pendekatan yang sangat berbeda. Bagi Brin dan Page, internet sepenuhnya menjanjikan cara baru dalam melakukan sesuatu — yang tidak hanya berarti mencari informasi, tetapi juga menjalankan perusahaan. Google memiliki tujuan tunggal yang sangat ambisius: ‘mengelola informasi dunia dan membuatnya dapat diakses’. Diakses dari mana? Dari desktop, laptop, ponsel, atau dari yang lain? Tentu saja, dari semua itu. Tidak ada kekhususan. Saat itu, pada tahap itu, tidak ada pasar pencarian atau fasilitas internet yang layak untuk ponsel. Walaupun ada beberapa orang yang memikirkan hal tersebut, namun saat itu ponsel hampir tidak memiliki daya komputasi, apalagi dengan layar yang kecil dan tidak bisa mengirimkan data. Produsen ponsel terbesar saat itu adalah perusahaan Finlandia bernama Nokia, yang terkenal dengan desain ponsel chunky bar (pendek dan tebal). Tidak ada seorang pun yang menganggap ponsel sebagai perangkat internet. Dan untuk keperluan berinternet, Anda membutuhkan sebuah PC.

//

Advertisements