billPada akhir tahun 1998, Ken Auletta, penulis dari majalah mingguan New Yorker, mengunjungi Bill Gates yang saat itu menjabat sebagai Chief Executive Microsoft, di kantornya di Redmond, Washington. Sebagaimana umumnya kantor CEO, kantor Gates berada di pojok, dengan pepohonan di satu sisi dan bangunan di sisi yang lain. Kursi kantor sederhana berwarna cokelat terletak di sekitar furnitur kayu pinus berpelitur; meja Gates berada di sisi dinding yang ada pepohonan. Tempat kerjanya itu lebih terlihat seperti bagian dapur di rumah ketimbang simbol seorang eksekutif yang berkuasa. Di komputer desktop di bawah jendela yang menghadap pohon, ada tiga monitor komputer berukuran 21 inci. Gates bisa memindahkan dokumen di seluruh permukaan monitor itu.
Saat itu saham Microsoft sedang melesat, sehingga membuat nilai perusahaan melejit menjadi sekitar $250 miliar dan menjadikan Gates, yang saat itu berusia 43 tahun, sebagai orang terkaya di dunia berdasarkan saham di perusahaan yang didirikannya itu. Microsoft Windows menguasai sekitar 95 persen PC di dunia, dengan 100 juta di antaranya dijual setiap tahun di pasar yang tumbuh sekitar 15-20 persen. Setahun sebelumnya, siaran pers Microsoft telah membesar-besarkan berita tentang mesin pencari baru mereka, MSN.com, yang mengklaim bahwa tujuannya bukan hanya menjadi situs pencari terbaik di internet: “Tujuan kami adalah untuk membuat MSN. com menjadi situs nomor satu di Internet, titik.” Sistem operasi servernya memenangkan kontrak. Ketika itu Auletta bertanya, lantas siapakah yang dia (Bill Gates -red] takuti? Rival yang ada seperti Sun Microsystems, atau Oracle sang pembuat database, atau Netscape yang perusahaan pembuat browser? Tidak satu pun dari mereka, kata Gates: “Saya justru takut pada seseorang yang bekerja di sebuah garasi, merancang sesuatu yang benar-benar baru.” Jelas, dia tidak tahu di mana, apa, atau siapa yang dia takuti; seperti yang Auletta catat, “Namun dia tahu, inovasi adalah musuh bagi perusahaan yang mapan.”
Lantas, mengapa garasi? Itu karena garasi Silicon Valley terkenal luas sebagai tempat lahirnya perusahaan-perusahaan inovatif, yang dapat bereaksi cepat terhadap kondisi dan mengembangkan teknologi terbaru, didukung oleh pendanaan modal ventura dan tidak terbebani dengan birokrasi dan laporan pendapatan triwulanan.
Gates merupakan contoh klasik tentang sosok yang oleh penulis Malcolm Gladwell disebut sebagai ‘outlier’ (anomali): orang yang telah menghabiskan banyak sekali waktu untuk belajar dan kemudian memperbaiki keterampilan mereka—pada diri Gates, keterampilannya adalah pemrograman. Solusi cerdas yang dia gunakan untuk memprogram Basic versi pertama yang dibuat oleh perusahaannya sudah melegenda di kalangan pemrogram (senior) yang tentu saja masih ingat dengan hari-hari ketika sisa kilobyte memori sama berharganya dengan air dalam perjalanan di padang pasir. Kontras dengan apa yang Gates miliki pada masanya, pemrogram di masa sekarang memiliki cadangan penyimpanan dan memori yang tak ada habisnya.
Selain itu, Gates juga memiliki naluri setajam hewan dan kemampuan bisnis yang mumpuni untuk mengungkap masalah yang kompleks, sambil mengenali ‘gotchas’ (bug kecil yang mungkin akan kembali mengganggu sistem komputer Anda). Dia membawa kepribadian kerasnya ke Microsoft, yang dikenal sebagai raksasa perangkat lunak. Ya, itu bukanlah tanpa alasan, karena jika Anda mendirikan bisnis di akhir 1990-an maka tujuan Anda adalah untuk diakuisisi oleh perusahaan yang lebih besar, atau untuk mengendalikan bisnisnya, karena perusahaan-perusahaan besar akan menghancurkan setiap pesaingnya yang lebih kecil tanpa ampun.
Taktik yang sering digunakan oleh Microsoft pun sering dipertanyakan; misalnya saja ketika mereka mengalahkan pesaing bisnisnya dalam bidang penetapan harga, karena hal itu bisa mengusir mereka keluar dari pasar. Ya, pendekatan semacam itulah yang membuat Microsoft mendapat julukan khusus di dunia industri teknologi. Mereka dijuluki sebagai Evil Empire (Kekaisaran Jahat).
Pada tahun 1998, Microsoft kembali menghancurkan sebuah perusahaan start-up- Netscape, yang berani menunjukkan bahwa browser dapat menjadi dasar untuk melakukan pekerjaan di mana saja, sehingga Windows akan menjadi tidak relevan; yang Anda butuhkan hanyalah komputer yang dapat menjalankan browser, dan Anda akan bisa melakukan semua hal yang membuat Anda membutuhkan PC.

Advertisements